“Dampak Pengangguran Terbuka di Tingkat Perguruan Tinggi Terhadap Perekonomian di Indonesia”

MAKALAH

EKONOMI SUMBER DAYA MANUSIA

“Dampak Pengangguran Terbuka di Tingkat Perguruan Tinggi Terhadap Perekonomian di Indonesia”

Disusun oleh:

SITI NAFIROH                                 (110231100080)

SITI ROMLAH                                  (110231100091)

INDAH AINUN NIKMAH              (110231100104)

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

TAHUN PELAJARAN 2013

  1. A.     LATAR BELAKANG

Pengangguran merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan ekonomi di indonesia. Karena jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,8 juta, angkatan kerja sebanyak 116,5 juta, kesempatan kerja sebanyak 108,2 juta, sedangkan sisanya adalah masyarakat yang belum mendapat pekerjaan, termasuk lulusan Universitas dan Diploma. (Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2011)

Angka Pengangguran di Indonesia pada tahun 2010 di perkirakan masih akan berada di kisaran 10 persen. Target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5.5 persen di nilai tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja usia produktif. Anggaran belanja negara yang kurang dalam peningkatan infrastruktur jelas tidak bisa menekan angka pengangguran termasuk juga dengan pengangguran terbuka. Adapun penyebab masalah pengangguran terbuka adalah banyaknya sarjana bertujuan hanya mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Menjadi seorang wirausaha (Entrepreneur) adalah alternatif yang bijaksana, selain dapat menciptakan lapangan kerja sendiri juga dapat membantu orang lain. (Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2010)

Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara Indonesia menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup penduduk Indonesia. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang Darlaini Nasution SE mengatakan, ada 3 faktor mendasar yang menjadi penyebab masi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah ketidaksesuain antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseinbangan demand dan supply serta kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan masih rendah. Penyebab lainnya adalah kualitas SDM itu sendiri yang tidak sesuai dengan yang diharapkan di lapangan, antara lain dikarenakan penciptaan SDM pleh perguruan tinggi yang belum memadai atau belum mencapai standar yang diterapkan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2009–2011 (persen)

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

2009

2010

2011

Februari

Agustus

Februari

Agustus

Februari

SD Ke Bawah 4,51 3,78 3,71 3,81 3,37
Sekolah Menegah Pertama 9,38 8,37 7,55 7,45 7,83
Sekolah Menegah Atas 12,36 14,50 11,90 11,90 12,17
Sekolah Menegah Kejuruan 15,69 14,59 13,81 11,87 10,00
Diploma I/II/III 15,38 13,66 15,71 12,78 11,59
Universitas 12,94 13,08 14,24 11,92 9,95

Jumlah

8,14 7,87 7,41 7,41 6,80

Pengangguran terbuka di Indonesia cenderung berfluktuasi, hal ini dapat diketahui dari jumlah pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan tingkat Diploma I, II, dan III pada bulan Februari tahun 2009 mencapai 15,38 %, dan di tahun 2010 mencapai 15,71 % dari 8.9 juta pengangguran. Dan pada tahun 2011 mengalami penurunan 11,59 %.

Menurut sumber dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pengangguran terbuka pada tingkat pendidikan terakhir khususnya S-1 mencapai lebih dari 1,2 juta sarjana yang menjadi pengangguran, pengangguran Diploma ternyata tertinggi di tanah air dibandingkan dengan lulusan S-1 atau lulusan Universitas. Pada bulan Februari tahun 2010 angka pengangguran mencapai 8,59 juta orang. Sebanyak 1,22 juta orang atau 14,24 % diantaranya adalah sarjana. Data Badan Pusat Statistik memperlihatkan pada bulan Februari dan bulan Agustus tahun 2009, pengangguran sarjana masing-masing hanya 12,94 % dan 13,08 %.

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada tingkat Perguruan Tinggi “Diploma” lebih tinggi dibandingkan “sarjana”. Salah satu faktor penyebab perbedaan tingkat pengangguran tersebut adalah ketersediaan lapangan pekerjaan serta kesiapan memasuki dunia kerja. Kesenjangan realitas dunia pendidikan dengan dunia kerja ini dapat dilihat dari kurangnya minat mahasiswa untuk berwirausaha setelah kuliah. Sehingga mereka hanya mengandalkan lapangan pekerjaan yang ada saja. Pengangguran pada tingkat Perguruan Tinggi ini juga dapat dilihat sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang muncul secara bersamaan dalam jumlah yang terus berubah.

Sehingga inti dari permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana kita sebagai mahasiswa mampu memberikan suatu penyelesaian dari masalah-masalah pengangguran terbuka yang terjadi di tingkat Perguruan Tinggi.

  1. B.      SOLUSI

i.            Deskripsi dan tahapan pelaksanaan solusi pengangguran di tingkat Perguruan Tinggi  adalah sebagai berikut :

  • Menanamkan dan menumbuhkan  jiwa berwirausaha pada setiap mahasiswa.
  • Memberikan motivasi kepada setiap mahasiswa bahwa lulusan Perguruan Tinggi tidak harus menjadi seorang pegawai negeri sipil.
  • Membekali mahasiswa dengan keterampilan dan keahlian dalam bidang tertentu, misalnya dengan cara mengikuti bisnis on line karena dengan menjalankan bisnis on line sangatlah mudah dan dapat di jalankan oleh semua orang sebab tidak di perlukan modal yang besar kemudian tidak usah memikirkan tempat usaha. Penghasilan dari usaha bisnis on line ini tidak kalah dengan penghasilan pekerjaan di dunia nyata dan masih banyak usaha yang dapat di rintis sesuai dengan kemampuan, keterampila, dan keahlian yang di miliki nya.
  • Mendorong mahasiswa untuk menciptakan lapangan usaha sendiri agar mahasiswa bisa mandiri, dengan cara ini di harapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka di pengguruan tinggi karena berwirausaha tidak menuntut pendidikan yang tinggi, biasanya yang di butuhkan hanya sedikit modal dan keuletan dalam menjalankan usahanya.
  • Memperoleh kepuasan dengan membuka usaha sendiri dengan membuka usaha sendiri dan di harapkan bisa berkembang sampai memiliki banyak cabang sehingga berdampak kepada penghasilan yang banyak, maka pelaku usaha akan memperoleh kepuasan dan kebaggan tersendiri.
  • Meningkatkan kerja sama antara pihak perguruan tinggi dengan para pengusaha yang sukses agar mempermudah mencari pekerjaan setelah lulus dari universitas tersebut
  • Mendorong majunya pendidikan, walaupun masih banyak sarjana yang menjadi pengangguran namun mahasiswa yang sudah lulus yang ingin bekerja dalam suatu perusahaan pendidikan adalah salah satu hal yang di persyaratkan.
  • Dari segi pemerintah,
    • Pertama : Menjaga stabilitas politik dan ekonomi.
    • Kedua : Meningkatkan kemampuan kerja untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik terutama terhadap mahasiswa-mahasiwa yang umumnya memiliki ide-ide yang kreatif dan inovasi sehingga mahasiswa mampu menyesuikan diri dengan tuntutan keadaan.
    • Ketiga : Memberikan bantuan dana pinjaman untuk membuka usaha sebagai modal awal untuk berwirausaha.
    • Keempat : Membekali keterampilan serta keahlian melalui pelatihan tenaga kerja seperti BLTK.

ii.            Estimasi dampak atau kontribusi terhadap penyelesaian masalah yang di ambil adalah sebagai berikut:

  • Dampak dari menanamkan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa adalah dapat menciptakan wirausaha muda sehingga pengangguran terbuka di tingkat perguruan tinggi jumlah dapat terkurangi.
  • Dengan cara memberika motivasi kepada para mahasiswa akan berdampak dapat meningkatkan jiwa kreatifitas mahasiswa.
  • Membekali mahasiswa dengan keterampilan dan keahlian dalam bidang tertentu akan berdampak kepada mahasiswa itu sendiri, dimana mahasiswa akan mampu menekuni bidang keterampilan dan keahlian nya yang di miliki.
  • Mendorong mahasiswa untuk membuka lapangan usaha sehingga mengurangi jumlah pengangguran terbuka di tingkat perguruan tinggi.
  • Dengan memperoleh kepuasaan akibat usahanya sendiri akan memicu seseorang untuk mencoba lagi dalam berwirausaha sehingga akan mencapai kepuasan yang maksimum.
  • Dengan cara meningkatkan kerja sama antara pihak universitas dengan para pengusaha sehingga lulusan perguruan tinggi  dapat lebih banyak memperoleh pekerjaan dan tingkat pengangguran berkurang.
  • Akibat adanya dorongan dalam pendidikan akan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi lain maka tidak kalah pula dalam bersaing di pasar tenaga kerja.
  • Dari segi pemerintah :
    • Pertama : Dengan keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus di pertahankan agar pelaku usaha merasa nyaman dalam menjalankan usahanya sehingga para investor yang telah menjalin hubungan kerja sama dengan para universitas ataupun para perusahaan lain untuk tetap menjalin hubungan kerja sama yang baik.
    •  Kedua : Meningkatkan kemampuan kerja akan berdampak pada kualitas yang bagus sehingga sumber daya manusia tersebut sangat di cari oleh para perusahaan yang maju.
    • Ketiga : Dengan memberikan bantuan dana pinjaman maka peluang berwiusaha lebih besar sehingga untuk menjadi pengusaha awal tidak di hambat oleh masalah modal.
    • Keempat : Dampak dari solusi untuk membekali keterampilan serta keahlian melalui pelatihan tenaga kerja adalah sumber manusia siap untuk menghadapi persaingan di dunia usaha bahkan banyak di serap oleh pasar tenaga kerja.
  1. C.      DAFTAR PUSTAKA

Ritonga,MT dkk. 2007. Ekonomi Untuk SMA kelas XI. Jakarta : PT Phibeta Aneka Gama.

Badan Pusat Statistik

http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=06&ntab=4 (2011/05/10)

http://mukhammadluthfinugroho.wordpress.com(2013/05/10)
http://www.bps.go.id/getfile.php?news=849 (2013/06/10)

Wikipedia Ensiklopedia Bebas

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran(2013/06/15)
Organisasi.org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia

http://organisasi.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklikal(2013/06/15)
AnneAhira.com
http://www.anneahira.com/jenis-jenis-pengangguran.htm(2013/06/15)
Vivanews.com
http://bisnis.vivanews.com/news/read/150011pilih_pilih_kerja__1_2_juta_sarjana_nganggur. (2013/06/17)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: