KRISIS EKONOMI DUNIA 2008

KRISIS EKONOMI DUNIA 2008

Dalam ekonomi, krisis adalah istilah lama dalam teori siklus bisnis, merujuk pada perubahan tajam menuju resesi dari resesi menuju pada depresi. Krisis ekonomi adalah keadaan dimana perekonomian di suatu negara mengalami penurunan yang drastis seperti yang telah kita ketahui Pada tahun 2008 di Amerika.

Dahulunya AS menjadi negara adidaya ditandai dengan beberapa hal diantaranya meningkatnya daya beli konsumen secara drastis, meningkatnya permintaan tenaga kerja, dan yang paling gencarnya adalah kegiatan percepatan pembangunan, dengan mengandalkan utang. Namun di masa lalu, AS pernah beberapa kali gagal dalam membayar utang, baik utang pemerintahnya maupun akumulasi dari utang-utang warganya, yang berlanjut pada krisis finansial besar-besara.

Namun keadaan amerika sekarang adalah krisis, Para ahli sepakat bahwa krisis disebabkan tak adanya regulasi yang mengatur pasar saham Wall Street. Di dalam ideologi kapitalisme liberal, regulasi adalah barang haram. Oleh karena itu mantera yang harus terus diamalkan adalah deregulasi. Krisis ini tidak hanya terjadi pada pasar modal, pasar surat utang, dan sector perumahan, yang juga mengalami penurunan secara drastis. Sebuah Koran ThePheladelphia Inquirer, yang terbit 30/9/2008, dalam sebuah artikelnya berjudul: “US Crisis Puts Global Standing in Peril”, menyebutkan krisis keuangan tidak saja menguras keuangan, dan dana pensiunan yang lenyap, tapi krisis keuangan ini akan berdampak bagi kepemimpinan Amerika. posisi Amerika sebagai adidaya akan terancam punah.

Krisis tersebut ditimbulkan karna Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dengan para kreditornya yaitu Rusia, Jepang, dan China, terkait utang sebesar US$ 14.3 trilyun yang sebagian diantaranya jatuh tempo pada 2 Agustus 2011. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, AS tidak membayar utang yang jatuh tempo tersebut menggunakan uang tunai, melainkan menggunakan utag lagi, yaitu sebesar US$ 2.1 trilyun.

Utang baru sebesar US$ 2.1 trilyun tersebut akan jatuh dalam 10 tahun ke depan, dan akan dibayar menggunakan uang sebesar US$ 2.4 trilyun yang diperoleh dari penghematan anggaran belanja negara. Dengan asumsi bahwa AS mampu menghemat pengeluaran, maka utang tersebut akan lunas sepuluh tahun mendatang. Namun kalau belajar dari pengalaman, biasanya nantinya utang tersebut akan diperpanjang lagi, entah sampai kapan. Jika utang tersebut kita ibaratkan sebagai bom waktu, maka bom tersebut tidak pernah dijinakkan, melainkan hanya ditunda waktu meledaknya.

Sehingga dengan adanya krisis tersebut, Sadar atau pun tidak sadar mengakibatkan Krisis Ekonomi Global. kali in sudah sangat jauh merambah dalam berbagai strata masyarakat. Dimana-mana pengangguran semakin bertambah, Income perkapita drastis menurun karena beberapa industri mulai merampingkan tenaga-kerja atau mulai meliburkan tenaga kerja tanpa batas waktu. Senada dengan hal itu investor-investor lokal dan Asing pun mulai  menarik saham dalam industri-industri di Indonesia.

Dari kejadian kejadian itu akan menjadikan peluang untuk Angka Kriminalitas akan melonjak naik Grafiknya di tanah air belum lagi kasus-kasus korupsi terbaikan karena bangsa ini telah disibukkan dengan masalah yang lebih di prioritaskan sehingga dengan bebasnya para koruptor meneruskan aksinya ditiap jenjang.

Sekarang saja, Indonesia sudah mulai merasakan imbas krisis di Amerika dengan jatuhnya indeks di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Apalagi, siapa pun tahu, bahwa para pemain di BEJ di dominasi asing. Kalau mereka menarik investasi jangka pendek itu karena suatu keperluan di negerinya yang sedang dilanda krisis, BEJ bias jadi  pasarloakPenulisadalahDirektur Institute for Policy Studies (IPS) Jakarta .               contohnya saja Rupiah Anjlok dari 9.000 jadi 12.000. Won jatuh 50%, Rupee jatuh 20%, Rubel rusia jatuh 20%. Pabrik – pabrik di Cina mulai ditutupi, karyawan di Indonesia mulai dirumahkan, saham BUMI anjlog dari 8000an jadi 1000 rupiah, demikian pula di negara-negara lainnya. Coba lihat di bawah ini.

 

 

Kesimpulan.

  1. Seluruh dunia kaya mendadak karena meningkatnya konsumsi, pendapatan perkapita, dan sedikitnya angka pengangguran.
  2. Begitu tingginya konsumsi Amerika sehingga muncul banyak produsen baru
  3. Meningkatnya konsumsi Amerika didorong oleh kredit dan hutang.
  4. Kita harus sadar dengan siklus bisnis dimana ada RESESI di situ pula ada yang namanya BOOMING sehingga kita bisa mengantisipasi hal tersebut.
  5. Grafik krisis ekonomi di amerika bias di lihat dibawah ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D A F T A R   P U S T A K A

 

www.wapannuri.com

 

[sumber: www.hidayatullah.com]

 

http://profiles.friendster.com/38106577

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: