KRISIS EKONOMI DUNIA 2008

KRISIS EKONOMI DUNIA 2008

Dalam ekonomi, krisis adalah istilah lama dalam teori siklus bisnis, merujuk pada perubahan tajam menuju resesi dari resesi menuju pada depresi. Krisis ekonomi adalah keadaan dimana perekonomian di suatu negara mengalami penurunan yang drastis seperti yang telah kita ketahui Pada tahun 2008 di Amerika.

Dahulunya AS menjadi negara adidaya ditandai dengan beberapa hal diantaranya meningkatnya daya beli konsumen secara drastis, meningkatnya permintaan tenaga kerja, dan yang paling gencarnya adalah kegiatan percepatan pembangunan, dengan mengandalkan utang. Namun di masa lalu, AS pernah beberapa kali gagal dalam membayar utang, baik utang pemerintahnya maupun akumulasi dari utang-utang warganya, yang berlanjut pada krisis finansial besar-besara.

Namun keadaan amerika sekarang adalah krisis, Para ahli sepakat bahwa krisis disebabkan tak adanya regulasi yang mengatur pasar saham Wall Street. Di dalam ideologi kapitalisme liberal, regulasi adalah barang haram. Oleh karena itu mantera yang harus terus diamalkan adalah deregulasi. Krisis ini tidak hanya terjadi pada pasar modal, pasar surat utang, dan sector perumahan, yang juga mengalami penurunan secara drastis. Sebuah Koran ThePheladelphia Inquirer, yang terbit 30/9/2008, dalam sebuah artikelnya berjudul: “US Crisis Puts Global Standing in Peril”, menyebutkan krisis keuangan tidak saja menguras keuangan, dan dana pensiunan yang lenyap, tapi krisis keuangan ini akan berdampak bagi kepemimpinan Amerika. posisi Amerika sebagai adidaya akan terancam punah.

Krisis tersebut ditimbulkan karna Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dengan para kreditornya yaitu Rusia, Jepang, dan China, terkait utang sebesar US$ 14.3 trilyun yang sebagian diantaranya jatuh tempo pada 2 Agustus 2011. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, AS tidak membayar utang yang jatuh tempo tersebut menggunakan uang tunai, melainkan menggunakan utag lagi, yaitu sebesar US$ 2.1 trilyun.

Utang baru sebesar US$ 2.1 trilyun tersebut akan jatuh dalam 10 tahun ke depan, dan akan dibayar menggunakan uang sebesar US$ 2.4 trilyun yang diperoleh dari penghematan anggaran belanja negara. Dengan asumsi bahwa AS mampu menghemat pengeluaran, maka utang tersebut akan lunas sepuluh tahun mendatang. Namun kalau belajar dari pengalaman, biasanya nantinya utang tersebut akan diperpanjang lagi, entah sampai kapan. Jika utang tersebut kita ibaratkan sebagai bom waktu, maka bom tersebut tidak pernah dijinakkan, melainkan hanya ditunda waktu meledaknya.

Sehingga dengan adanya krisis tersebut, Sadar atau pun tidak sadar mengakibatkan Krisis Ekonomi Global. kali in sudah sangat jauh merambah dalam berbagai strata masyarakat. Dimana-mana pengangguran semakin bertambah, Income perkapita drastis menurun karena beberapa industri mulai merampingkan tenaga-kerja atau mulai meliburkan tenaga kerja tanpa batas waktu. Senada dengan hal itu investor-investor lokal dan Asing pun mulai  menarik saham dalam industri-industri di Indonesia.

Dari kejadian kejadian itu akan menjadikan peluang untuk Angka Kriminalitas akan melonjak naik Grafiknya di tanah air belum lagi kasus-kasus korupsi terbaikan karena bangsa ini telah disibukkan dengan masalah yang lebih di prioritaskan sehingga dengan bebasnya para koruptor meneruskan aksinya ditiap jenjang.

Sekarang saja, Indonesia sudah mulai merasakan imbas krisis di Amerika dengan jatuhnya indeks di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Apalagi, siapa pun tahu, bahwa para pemain di BEJ di dominasi asing. Kalau mereka menarik investasi jangka pendek itu karena suatu keperluan di negerinya yang sedang dilanda krisis, BEJ bias jadi  pasarloakPenulisadalahDirektur Institute for Policy Studies (IPS) Jakarta .               contohnya saja Rupiah Anjlok dari 9.000 jadi 12.000. Won jatuh 50%, Rupee jatuh 20%, Rubel rusia jatuh 20%. Pabrik – pabrik di Cina mulai ditutupi, karyawan di Indonesia mulai dirumahkan, saham BUMI anjlog dari 8000an jadi 1000 rupiah, demikian pula di negara-negara lainnya. Coba lihat di bawah ini.

 

 

Kesimpulan.

  1. Seluruh dunia kaya mendadak karena meningkatnya konsumsi, pendapatan perkapita, dan sedikitnya angka pengangguran.
  2. Begitu tingginya konsumsi Amerika sehingga muncul banyak produsen baru
  3. Meningkatnya konsumsi Amerika didorong oleh kredit dan hutang.
  4. Kita harus sadar dengan siklus bisnis dimana ada RESESI di situ pula ada yang namanya BOOMING sehingga kita bisa mengantisipasi hal tersebut.
  5. Grafik krisis ekonomi di amerika bias di lihat dibawah ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D A F T A R   P U S T A K A

 

www.wapannuri.com

 

[sumber: www.hidayatullah.com]

 

http://profiles.friendster.com/38106577

 

 

 

INDIKATOR PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA

INDIKATOR PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA

 

Indikator perekonomian adalah data yang digunakan untuk menentukan perkembangan ekonomi suatu negara yang dikeluarkan oleh pemerintah di negara bersangkutan. Indikator ekonomi digunakan sebagai pertanda tentang perkembangan pembangunan di masa lampau maupun untuk masa mendatang . Indikator ekonomi memberikan gambaran secara makro dan terkadang juga menjadi penentu aspek pemerataan pembangunan. Ada banyak indicator perekonomian suatu Negara, antara lain :

 

a.    Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai factor  antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinue.

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal yaitu :

v  Tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar)

v  Desakan (tekanan) produksi dan distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.

 

b.   Ekspor dan Impor

     Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa kepada negara lain

Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain

 

Produk ekspor Indonesia :

Produk ekspor Indonesia meliputi hasil produk pertanian, hasil hutan, hasil perikanan, hasil pertambangan, hasil industri dan begitupun juga jasa.

a. Hasil Pertanian

Contoh : karet, kopi kelapa sawit, cengkeh,teh,lada,kina,tembakau dan cokelat.

b. Hasil Hutan

Contoh : kayu dan rotan. Ekspor  kayu atau rotan tidak boleh dalam bentuk kayu gelondongan atau bahan mentah, namun dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi, seperti mebel.

c. Hasil Perikanan

Hasil perikanan yang banyak di ekspor merupakan hasil dari laut. produk ekspor hasil perikanan, antara lain ikan tuna, cakalang, udang dan bandeng.

d. Hasil Pertambangan

Contoh : barang tambang yang di ekspor timah, alumunium, batu bara tembaga dan emas.

e. Hasil Industri

Contoh : semen, pupuk, tekstil, dan pakaian jadi.

f.  Jasa

Dalam bidang jasa, Indonesia mengirim tenaga kerja keluar negeri antara lain ke malaysia dan negara-negara timur tengah.

 

c.    Harga Gabah

Rata-rata harga gabah di tingkat petani pada November 2008 dibandingkan Oktober 2008 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) keadaannya relatif stabil, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan hanya sebesar 0,08 persen, sedangkan kualitas rendah/di luar kelompok kualitas mengalami penurunan sebesar 1,50 persen.

Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.975,- per kg dijumpai di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah (kualitas rendah). Harga tertinggi sebesar Rp 3.400,- per kg dijumpai di Kabupaten Serdang Bedage dan Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara (kualitas GKP).

 

d.   Nilai Tukar Petani

            Pada bulan Oktober 2008, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat 97,64. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 97,08, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 102,12; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 101,75; dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) 103,01. Secara gabungan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 99,20 yang berarti mengalami penurunan sebesar 2,45 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pengertian Nilai Tukar Petani (NTP) adalah Rasio antara Indeks Harga yang diterima Petani dengan Indeks Harga yang dibayar untuk keperluan konsumsi rumah tangga serta keperluan produksi pertanian, yang dinyatakan dalam persen. NTP merupakan indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.

Interpretasi angka NTP:

  • NTP > 100 : Daya beli petani lebih baik dari daya beli petani pada saat tahun dasar
  • NTP = 100 : Daya beli petani sama dengan daya beli petani pada saat tahun dasar
  • NTP < 100 : Daya beli petani lebih rendah dari daya beli petani pada saat tahun dasar

Untuk NTP nasional bulan oktober 2008 sebesar 99,20 yang berarti daya beli petani lebih rendah dari pada daya beli petani pada tahun dasar. Tahun dasar yang digunakan adalah Tahun 2007. Penurunan NTP ini disebabkan terjadinya penurunan harga hasil produksi pertanian, di sisi lain harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian naik.

 

e.    Upah Buruh

            Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Oktober 2008 naik sebesar 0,25 persen dibanding upah September 2008, yaitu dari Rp 35.455,- menjadi Rp 35.554,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,33 persen

Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada November 2008 naik 1,76 persen dibanding upah Oktober 2008, yaitu dari Rp 52.440,- menjadi Rp 53.362,- per hari. Secara riil naik sebesar 1,63 persen.

Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan II-2008 naik sebesar 3,39 persen dibanding upah triwulan I-2008 yaitu dari Rp 1.189.270,- menjadi Rp 1.229.580,- per bulan, secara riil turun 1,05 persen. Dibanding upah triwulan II-2007 (year on year), upah nominal naik 22,50 persen.

Perubahan upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh seperti buruh tani, buruh informal perkotaan, buruh industri yaitu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Semakin tinggi upah riil maka semakin tinggi daya belu upah buruh, dan sebaliknya.

 

f. Pariwisata

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Oktober 2008 mencapai 529,4 ribu orang atau naik 21,34 persen dibandingkan jumlah wisman Oktober 2007 sebanyak 436,3 ribu orang. Dibanding September 2008 mengalami kenaikan sebesar 5,66 persen.

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 provinsi pada September 2008 mencapai rata-rata 42,66 persen atau turun 12,53 poin dibanding TPK Agustus 2008 yang besarnya 55,19 persen. TPK hotel berbintang di Bali turun 1,25 poin, yaitu dari 69,94 persen pada Agustus 2008 menjadi 68,69 persen pada September 2008.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Provinsi selama September 2008 adalah 2,57 hari, naik 0,51 hari dibanding Agustus 2008.

Data di atas menunjukkan bahwa jumlah wisman pada periode Januari – Oktober 2008 meningkat 13,07% dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa masyarakat internasional memandang situasi di Indonesia semakin aman. Kepercayaan masyarakat internasional terhadap keamanan di Indonesia juga tercermin dari semakin lamanya wisman tinggal di hotel-hotel.

B.  SUMBER-SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Sumber pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu wilayah dapat dilihat atau diukur dari tiga pendekatan yaitu, pendekatan faktor produksi (Neo Klasik), pendekatan sektoral dan pendekatan pengeluaran yang meliputi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan selisih ekspor dengan impor. Dalam pendekatan faktor produksi, sumber pertumbuhan ekonomi dilihat dari faktor-faktor produksi yaitu modal (capital), tenaga kerja (man power) dan kemajuan teknologi (technology progress). Selanjutnya, untuk melihat sumber pertumbuhan ekonomi dari pendekatan sektoral yaitu dilihat dari sektor-sektor ekonomi. Sektor ekonomi dalam hal ini dapat dibagi dalam 3 sektor saja yaitu sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder dan kontruksi serta sektor tersier (jasa-jasa).

 

1.    Pertumbuhan Ekonomi dari Faktor Produksi

Untuk mengukur berapa besar kontribusi masing-masing faktor produksi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu perekono-mian dapat digunakan model Neo-Klasik dari Robert Solow dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang telah diubah dalam bentuk linear yaitu sebagai berikut:

Ln Y = ln a + β ln K + l ln L + e

Selanjutnya, untuk mengetahui besarnya kontribusi masing-masing faktor produksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka model tersebut digunakan dengan beberapa perubahan. Untuk variabel modal diprediksi dengan tingkat investasi total (investasi asing, investasi swasta dan investasi pemerintah) dengan menggunakan data tahun 1969–1993.

 

2. Sumber Pertumbuhan dengan Pendekatan Struktural

Menganalisis sumber pertumbuhan ekonomi dengan meng-gunakan pendekatan struktural berbeda dengan pendekatan faktor produksi seperti pada teori pertumbuhan Klasik maupun pada teori pertumbuhan Neo-Klasik. Pendekatan struktural didasarkan pada adanya perbedaan produktivitas diantara sektor-sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya berasal dari peningkatan secara keseluruhan dari faktor produksi (input), tetapi juga berasal dari pengalokasian sumber-sumber daya pada sektor-sektor produktif. Pembangunan ekonomi harus bertujuan untuk menemukan sektor-sektor yang mempunyai kaitan total paling besar (Jhingan. 1990;247).

Bentuk analisis komperatif struktural ini telah banyak dilakukan, diantaranya oleh Kuznets pada tahun 1957. Dalam penelitiannya, Kuznets melakukan identifikasi terhadap sejumlah ciri struktural yang umum (stylized facts) yang mengisyaratkan adanya berbagai kendala pokok yang mempengaruhi keberha-silan proses perubahan (transformation). Dalam analisisnya, Kuznets melakukan pemilihan komoditi dan sektor menurut pola permintaan, sifat dapat-tidaknya diperdagangkan komoditi tersebut dan penggunaan faktor produksi.

 

3. Sumber Pertumbuhan Pendekatan Pengeluaran

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa, pertum-buhan ekonomi dapat diukur dari perkembangan PDB dari tahun ke tahun, sedangkan untuk menghitung PDB dapat digunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran atau penggunaan berdasarkan persamaan identitas Y = C + I + G + X – M, pendekatan faktor produksi (Y = fungsi dari Kapital, Tenaga Kerja, dan Teknologi) dan pendekatan sektoral. Pengukuran sumber-sumber pertumbuhan dengan pendekatan produksi dan sektoral telah diungkapkan pada uraian di atas. Berikut ini akan dilihat pula berapa besar kontribusi masing-masing unsur pengeluaran agregat terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk analisis ini, hanya digunakan tahun-tahun setelah masa krisis ekonomi Indonesia pada pertengahan tahun 1997 lalu.

 

C.  MENUJU PERUBAHAN SISTEM EKONOMI

a.                  Indikator Utama Pembangunan Sektor Pertanian di Indonesia

Indikator yang dipakai selama ini untuk mengevaluasi kinerja pembangunan sektor pertanian antara lain adalah Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, penyedia devisa dan peranannya menurunkan jumlah penduduk miskin

Fakta empiris menunjukkan bahwa sektor agribisnis merupakan sektor yang paling tangguh dalam menghadapi krisis dan paling berjasa dalam menampung pengangguran sebagai akibat krisis ekonomi (Syafa’at, 2000). Ketangguhan sektor agrobisnis diindikasikan oleh kemampuannya untuk tumbuh secara positif (0.22 %) pada saat krisis (1998) sementara perekonomian nasional secara agregat mengalami kontraksi yang sangat hebat, yaitu sebesar 13.7 persen. Konsekuensi kontraksi ekonomi adalah penurunan penyerapan tenaga kerja nasional sebesar 2.13 persen, atau sebesar 6 429 500 orang. Semua sektor ekonomi (kecuali listrik) mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja, sementara itu sektor agribisnis justru mampu meningkatkan kapasitas penyerapan tanaga kerja sebanyak 432 350 orang.

 

b.                  Indikator Utama Pembangunan Pertanian

Pembangunan pertanian menjadi bagian utama dalam proses pembangunan nasional, khususnya sejak tahun enampuluhan. Menurut Mosher dalam Mubyarto (1989) ada lima syarat mutlak yang memungkinkan terjadinya pembangunan pertanian yaitu :

(1) adanya pasar untuk hasil-hasil pertanian,

(2) teknologi yang senantiasa berkembang,

(3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal,

(4) adanya perangsang produksi bagi petani, dan

(5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinu.

Selain itu ada syarat lain memperlancar proses pembangunan pertanian, yaitu:

(1) pendidikan pembangunan,

(2) kredit produksi,

(3) kegiatan gotong-royong petani,

(4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian, dan

(5) perencanaan nasional pembangunan pertanian.

 

 

 

c.                   Pemanfaatan Hasil Indikator Utama untuk Kebijakan Pembangunan

Dampak positif dari pembangunan pertanian adalah meningkatnya ketersediaan pangan (pokok) serta harga yang sesuai dengan tingkat pendapatan masyarakat. Akibatnya akan menguatkan tingkat ketahanan pangan. Dengan cukup pangan diharapkan kualitas SDM dapat ditingkatkan. Disamping itu, meningkatnya ketahanan pangan diharapkan dapat mengurangi kasus rawan pangan. Bagi petani, dampak dari pembangunan pertanian akan memperluas kesempatan kerja dan akan memberikan kestabilan pada konsumsi dan pendapatan petani sehingga diharapkan akan mengurangi jumlah penduduk miskin.

Walaupun pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun dampak negatif perlu juga diperhatikan seperti dampak negatif dari akumulasi penggunaan pupuk kimia, meningkatnya pendapatan akan berpengaruh terhadap penyehatan lingkungan, dan lain-lain. Selain itu, faktor kelembagaan juga sangat berperan dalam meningkatkan usaha pertanian dimana partisipasi pemerintah maupun swasta ataupun lembaga ekonomi tradisional snagat diharapkan dalam menggerakan ekonomi, seperti dukungan kelembagaan kredit atau dana pemerintah. Dari uraian seperti di atas, muncul beberapa indikator sebagai tolok ukur dalam menelaah kinerja pembangunan pertanian.

Untuk mewujudkan konsistensi kinerja pembangunan pertanian seperti uraian di atas, maka indikator pembangunan pertanian akan terkait dengan :

(a) kontribusi terhadap perekonomian nasional,

(b) ketahanan pangan,

(c) kesejahteraan petani,

(d) kualitas lingkungan hidup, dan

(e) kelembagaan.

Disamping itu, menurut Wilson dan Tyrchniewicz (1995), kriteria dalam penggunan sumberdaya agar pembangunan pertanian yang berkelanjutan adalah terkait dengan :

(a) managemen,

(b) konservasi,

(c) rehabilitasi,

(d) pasar yang sehat (market viability),

(e) biaya internal,

(f) Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi,

(g) kebijakan perdagangan,

(h) pertimbangan kemasyarakatan (societal considerations) dan

(i) reaksi global (global responsibility).

Berdasarkan uraian di atas maka pembangunan sektor pertanian hanya merupakan sebagian dari “kue” nasional yang dibagi-bagikan dalam proses pembangunan keseluruhan, apakah dapat menjadi alat untuk tujuan penyerapan lapangan kerja ataupun untuk penurunan ketimpangan distribusi pendapatan. Telaah kinerja pembangunan pertanian tersebut dapat dijadikan umpan balik bagi pemerintah untuk menyusun perencanaan selanjutnya atau merumuskan kembali kebijaksanaan yang lebih efektif dan efisien. Pengelompokan indikator dapat dilakukan menurut kedekatannya dalam rangka mewujudkan kebijakan yang tidak saling melemahkan.

Dampak dari adanya kombinasi indikator-indikator utama tersebut akan memberi gambaran kinerja pembangunan pertanian sesuai dengan ketersediaan data sekunder.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Alfian Lains., 1990. Fungsi Produksi Cobb-Douglas Pada Industri Semen di Indonesia. Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Vol. XXXVII. No.3., : 243-280.

Farida Ai Siti. 2010. Sistem Ekonomi Indonesia. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA

Haidy, N. Pasay., Gatot Arya Putra, Suahasil Nazara. 1995. “Produktivitas Sumber Daya dan Teknologi” dalam Arsyad (Editor) Prospek Ekonomi Indonesia Jangka Pendek Sumber Daya, Teknologi dan Pembangunan. Gramedia.

Jhingan M.L. 1990. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Terjemahan D. Guritno, SH. Rajawali Pers. Jakarta

 

Faktor Masalah Pengangguran dan cara mengatasinya

Faktor Masalah Pengangguran dan cara mengatasinya

BAB I

Pendahuluan

 

Latar Belakang

Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh system sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya (Alexander 1994). Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Ada bermacam – macam masalah pokok pembangunan di Indonesia,diantaranya adalah :

  1. Dualisme peraturan
  2.  Kependudukan dan kemiskinan
  3.  Iklim dan geografis
  4. Pemerataan pembangunan

Macam-macam penyebab diatas sangat mempengaruhi pembangunan pada Negara, Negara Indonesia adalah termasuk dalam Negara berkembang, oleh karena itu masalah – masalah diatas harus segera diselesaikan. Kependudukan di Indonesia tidak merata sehingga kepadatan di beberapa kota besar sangat mempengaruhi pembangunan. Dengan kepadatan penduduk tersebut maka persaingan untuk mencari lapangan kerja sangat sulit, dan mengakibatkan pengangguran dan Kemiskinan.

Pengangguran merupakan masalah pokok dalam suatu masyarakat modern. Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat pendapatan masyarakat akan merosot. Situasi ini menimbulkan kelesuan ekonomi yang berpengaruh pula pada emosi masyarakat dan kehidupan keluarga sehari-hari.

Pengangguran berdampak besar terhadap pembangunan nasional.

 

Rumusan masalah

  • Apa faktor utama penyebab pengangguran di Indonesia ?
  • Apa dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional ?
  • Bagaimana cara mengantasi penggangguran di Indonesia ?

 

 

 

Tujuan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Dan dapat lebih memahami tentang persepektif teori pembangunan,begitu juga masalah-masalah pembangunan, seperti :

  1. mengetahui  faktor penyebab terjadinya pengangguran.
  2. mengetahui  dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional.
  3. mengetahui  cara mengatasi pengangguran.

 

 

Bab II

Pembahasan

 

Faktor utama penyebab pengangguran di Indonesia.

pengangguran yaitu orang yang berada pada usia produktif/usia kerja yang tidak bekerja. Berdasarkan penyebabnya pengangguran dapat dibedakan 5 macam yaitu:

  1. Pengangguran struktural yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi.
  2.  Pengangguran siklus/konjungtur yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan-perubahan dalam tingkat perekonomian.misalnya perusahan-perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi sehingga sebagian tenaga kerja diberhentikan.
  3. Pengangguran friksional yaitu : pengangguran yang terjadi pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh (full employment),di mana tenaga kerja berusaha mengganti pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja atau mogok sementara untuk menuntut kenaikan upah.
  4.  Pengangguran musiman yaitu : pengangguran yang terjadi akibat perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala,misalnya menganggur pada saat selang antara musim tanam dan musim panen
  5. Pengangguran karena perubahan teknologi(technological unemployment) yaitu pengangguran yang terjadi akibat perubahan teknologi misalnya mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin.

 

Salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia adalah masalah pengangguran, yang tidak pernah teratasi setiap tahunnya. Faktor pengangguran bisa beragam macamnya, dan ini tidak boleh di abaikan oleh pemerintah. Usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata. Seluruh penduduk Indonesia di harapkan partisipasinya untuk mengatasi masalah ini. Tanpa kerjasama pemerintah dan masyarakat mustahil dapat mengatasi pengangguran di Indonesia. Berikut adalah beberapa penyebab pengangguran yang umum terjadi di Indonesia.

  1. Pendidikan rendah. Pendidikan yang rendah dpat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA.
  2. Kurangnya keterampilan. Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja,namun dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan.
  3. Kurangnya lapangan pekerjaan. Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi. Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta.
  4. Kurangnya tingkat EQ masyarakat. Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh terhadap keterampilan berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri, dan sifat lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat. Orang yang pandai berkomunikasi dan pandai bersosialisasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding orang yang selalu pendiam dan tidak berani mengeksplor potensi diri.
  5. Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain. Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  6. Tidak mau berwirausaha. Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah/kuliah terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di bandingkan membuat suatu usaha.

Itulah beberapa faktor pengangguran yang banyak terjadi di Indonesia. Cukup sulit untuk mengatasi pengangguran di Indonesia dengan tingkat jumlah penduduk yang begitu besar dan masih banyaknya korupsi di negeri ini, sehingga laju pengangguran semakin naik per tahunnya.

 

Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional

Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat pendapatan masyarakat akan merosot. Sehingga menghambat beberapa faktor pembangunan nasional, seperti :

  1. Pendapatan Nasional dan Pendapatan per Kapita.
  2. Beban psikologis
  3. Biaya sosial
  4. Penerimaan negara

 

Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita.

Upah merupakan salah satu komponen dalam penghitungan pendapatan nasional. Apabila tingkat pengangguran semakin tinggi, maka nilai komponen upah akan semakin kecil. Dengan demikian, nilai pendapatan nasional pun akan semakin kecil.

Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk. Oleh karna itu, nilai pendapatan nasional yang semakin kecil akibat pengangguran akan menurunkan nilai pendapatan per kapita.

Beban psikologis

Semakin lama seseorang menganggur, semakin besar beban psikologis yang harus ditanggung. Secara psikologis, orang yang menganggur mempunyai perasaan tertekan, sehingga berpengaruh terhadap berbagai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak psikologis ini mempunyai efek domino di mana secara sosial, orang menganggur akan merasa minder karena status sosial yang tidak atau belum jelas.

 

Biaya sosial

Dengan semakin besarnya jumlah pengangguran, semakin besar pula biaya sosial yang harus dikeluarkan. Biaya sosial itu mencakup biaya atas peningkatan tugas-tugas medis, biaya keamanan, dan biaya proses peradilan sebagai akibat meningkatnya tindak kejahatan.

 

Penerimaan negara

Salah satu sumber penerimaan negara adalah pajak, khususnya pajak penghasilan. Pajak penghasilan diwajibkan bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan. Apabila tingkat pengangguran meningkat, maka jumlah orang yang membayar pajak penghasilan berkurang. Akibatnya penerimaan negara pun berkurang.

 

Beberapa faktor di atas dapat menghambat pembangunan nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Baik berupa penbangunan sistem sosial, politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya.

 

Cara mengatasi pengangguran di Indonesia

Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mengurang jumlah pengangguran di Indonesia, namun masih saja pengangguran tidak berkurang bahkan lebih bertambah setiap tahunnya di karenakan tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan.

Menurut Paul A. Samuelson dan Wiliam D. Nurdhaous dalam bukunya Ekonomi mengemukakan cara-cara mengatasi pengangguran yaitu sebagai berikut:

  1. Memperbaiki pasar tenaga kerja
  2. Menyediakan program pelatihan
  3. Menciptakan program padat karya

Selain hal tersebut di atas, sesuai dengan GBHN 1999, pemerintah Indonesia hendaknya:

·         Mengembangkan tenaga kerja secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja dan kebebasab berserikat, dan

·         Meningkatkan kualitas dan kuantitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja yang di kelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja.

Ada berbagai cara dalam mengatasi pengangguran,yaitu :

  1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Modal
  2. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
  3. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
  4. Menggalakkan program transmigrasi
  5. Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan
  6. Mengintensifkan program keluarga berencana
  7. Menekan impor dan memperbanyak ekspor

 

Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Modal

Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang kosong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industri (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran struktural.

 

Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja

Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Masalah tersebut adalah persoalan informasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan sistem informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. Sistem seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bisa juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja.

 

Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja

Meningkatkan program pendidikan dengan cara wajib belajar 12 tahun dan memberikan pendidikan gratis bagi warga yang kurang mampu, sehingga mengurangi pengangguran yang tidak terdidik. Memberikan pelatihan kerja untuk mencari kerja, sehingga menjadi pekerja yang terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.

 

Menggalakkan program transmigrasi

Program transmigrasi bukan saja merupakan cara efektif meratakan pembangunan dan jumlah penduduk, tetapi juga merupakan cara mengatasi pengangguran yang tepat. Yaitu tidak semua berbondong – bondong mencari pekerjaan di ibukota yang dapat memadatkan ibu kota. Oleh karena itu, transmigrasi adalah solusi terbaik untuk mengatasi pnegangguran juga dengan memberikan pelatihan dan pemberian modal untuk membuka usaha di wilyah transmigrasi sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan.

 

Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan

Meningkatkan jumlah wiraswasta dengan adanya UKM dengan pemberian modal yang di berikan oleh pemerintah dan kerjasama dengan pihak swasta. Menumbuhkan jiwa wirausaha sejak sekolah sehingga merubah paradigma dari mencari pekerjaan menjadi memberi pekerjaan. Hal ini yang mesti di dukung oleh pemerintah. Mendukung kegiatan wirausaha sekecil apapun skala usaha tersebut dan memberikan pelatihan – pelatihan wirausaha hingga memberikan pinjaman – pinjaman tanpa anggunan dan tanpa bunga bagi perintis usaha ( masih pemula ). Wirausaha bukan saja mengatasi pengangguran di tanah air tetapi juga bentuk usaha untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

 

Mengintensifkan program keluarga berencana

Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia. Jadi apabila masalah keluarga berencana ini tidak dijalankan secara efektif, dapat dipastikan pengangguran di Indonesia akan semakin bertambah. Pemerintah harus berusaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan mengawasi program ini dengan sebaik baiknya agar program ini berjalan dengan sangat baik. Karena masih belum terlihat keberhasilan dari program KB.

 

Menekan impor dan memperbanyak ekspor

Pemerintah harus menekan impor sebanyak mungkin dan memajukan produk – produk dalam negeri yang di hasilkan dari petani dan para wirausaha. Sehingga para usahawan tidak kesulitan dalam mencari pasar dalam menjual usahanya. Dan berusaha untuk mengekspor produk dalam negeri yang laku  dalam pasaran luar negeri yang dapat menghasilkan devisa negara. Sehingga para pengangguran yang berusaha untuk mengembangkan bisnis usahanya tidak kesulitan mencari pasar untuk menjual hasil dari usahanya.

 

Hal hal di atas adalah beberapa cara yang dapat di gunakan pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Indonesia dan dapat memperkuat ekonomi Indonesia. Namun pemerintah tidak akan bisa menjalankan program – program tersebut jika tanpa adanya kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat.

 

 

Bab III

Penutup

Kesimpulan

Pengangguran merupakan faktor penting dalam pembangunan nasional baik jangka panjang maupun jangka pendek. Pengangguran harus segera di atasi agar ekonomi indonesia bisa lebih baik dan mampu bersaing dengan luar negeri. Pemerintah diharapakan dapat mengatasi pengangguran dengan menyediankan lapangan pekerjaan atau program-program bina usaha untuk masyarakat kecil.

 

 

 

 

Saran

  • Pemerintah harus lebih mengawasi program KB dan usaha transmigrasi.
  • Pemerintah harus dapat bekerja sama dengan swasta dan masyarakat dalam mengatasi pengangguran.
  • Mengadakan sosialisasi pada masyarakat tentang usaha mandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

Daftar pustaka

 

Atih, Ani. “Dampak Pengangguran Terhadap Pembangunan Nasional”. Diakses dari http://aniatih.blogspot.com/2012/09/dampak-pengangguran-terhadap.html. pada tanggal 07/01/2013.

Badruddin, Syamsiah., “Teori dan Indikator Pembangunan”, diakses dari http://profsyamsiah.wordpress.com/2009/03/19/pengertian-pembangunan/. Pada tanggal 07/01/2013.

Mardianti, Laila. “Pengangguran dan Cara Mengatasinya”. Diakses dari http://laillamardianti.wordpress.com/2011/04/17/pengangguran-dan-cara-mengatasinya/. Pada tanggal 07/01/2013.

Tika, Raran. “Dampak Pengangguran Terhadap Pembangunan Nasional”. Diakses dari http://citrarantika-gunadarma.blogspot.com/2012/06/dampak-pengangguran-terhadap.html. pada tanggal 07/01/2013.

Ultari, Riskasuci. “Masalah Pokok Dalam Pembangunan Indonesia”. Diakses dari http://senimanberbicara.blogspot.com/2011/05/masalah-pokok-dalam-pembangunan.html. pada tanggal 07/01/2013.

 

http://www.anneahira.com/faktor-pengangguran.htm

http://www.anneahira.com/cara-mengatasi-pengangguran.htm

http://usahamodalkecil31.blogspot.com/2012/06/solusi-untuk-mengurangi-pengangguran-di.html

http://www.ekonomikabisnis.com/1883/permasalahan-pembanguna-indonesia.html

 

“Dampak Pengangguran Terbuka di Tingkat Perguruan Tinggi Terhadap Perekonomian di Indonesia”

MAKALAH

EKONOMI SUMBER DAYA MANUSIA

“Dampak Pengangguran Terbuka di Tingkat Perguruan Tinggi Terhadap Perekonomian di Indonesia”

Disusun oleh:

SITI NAFIROH                                 (110231100080)

SITI ROMLAH                                  (110231100091)

INDAH AINUN NIKMAH              (110231100104)

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

TAHUN PELAJARAN 2013

  1. A.     LATAR BELAKANG

Pengangguran merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan ekonomi di indonesia. Karena jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,8 juta, angkatan kerja sebanyak 116,5 juta, kesempatan kerja sebanyak 108,2 juta, sedangkan sisanya adalah masyarakat yang belum mendapat pekerjaan, termasuk lulusan Universitas dan Diploma. (Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2011)

Angka Pengangguran di Indonesia pada tahun 2010 di perkirakan masih akan berada di kisaran 10 persen. Target pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5.5 persen di nilai tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja usia produktif. Anggaran belanja negara yang kurang dalam peningkatan infrastruktur jelas tidak bisa menekan angka pengangguran termasuk juga dengan pengangguran terbuka. Adapun penyebab masalah pengangguran terbuka adalah banyaknya sarjana bertujuan hanya mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan. Menjadi seorang wirausaha (Entrepreneur) adalah alternatif yang bijaksana, selain dapat menciptakan lapangan kerja sendiri juga dapat membantu orang lain. (Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2010)

Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara Indonesia menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup penduduk Indonesia. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang Darlaini Nasution SE mengatakan, ada 3 faktor mendasar yang menjadi penyebab masi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah ketidaksesuain antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseinbangan demand dan supply serta kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan masih rendah. Penyebab lainnya adalah kualitas SDM itu sendiri yang tidak sesuai dengan yang diharapkan di lapangan, antara lain dikarenakan penciptaan SDM pleh perguruan tinggi yang belum memadai atau belum mencapai standar yang diterapkan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2009–2011 (persen)

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

2009

2010

2011

Februari

Agustus

Februari

Agustus

Februari

SD Ke Bawah 4,51 3,78 3,71 3,81 3,37
Sekolah Menegah Pertama 9,38 8,37 7,55 7,45 7,83
Sekolah Menegah Atas 12,36 14,50 11,90 11,90 12,17
Sekolah Menegah Kejuruan 15,69 14,59 13,81 11,87 10,00
Diploma I/II/III 15,38 13,66 15,71 12,78 11,59
Universitas 12,94 13,08 14,24 11,92 9,95

Jumlah

8,14 7,87 7,41 7,41 6,80

Pengangguran terbuka di Indonesia cenderung berfluktuasi, hal ini dapat diketahui dari jumlah pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan tingkat Diploma I, II, dan III pada bulan Februari tahun 2009 mencapai 15,38 %, dan di tahun 2010 mencapai 15,71 % dari 8.9 juta pengangguran. Dan pada tahun 2011 mengalami penurunan 11,59 %.

Menurut sumber dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pengangguran terbuka pada tingkat pendidikan terakhir khususnya S-1 mencapai lebih dari 1,2 juta sarjana yang menjadi pengangguran, pengangguran Diploma ternyata tertinggi di tanah air dibandingkan dengan lulusan S-1 atau lulusan Universitas. Pada bulan Februari tahun 2010 angka pengangguran mencapai 8,59 juta orang. Sebanyak 1,22 juta orang atau 14,24 % diantaranya adalah sarjana. Data Badan Pusat Statistik memperlihatkan pada bulan Februari dan bulan Agustus tahun 2009, pengangguran sarjana masing-masing hanya 12,94 % dan 13,08 %.

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada tingkat Perguruan Tinggi “Diploma” lebih tinggi dibandingkan “sarjana”. Salah satu faktor penyebab perbedaan tingkat pengangguran tersebut adalah ketersediaan lapangan pekerjaan serta kesiapan memasuki dunia kerja. Kesenjangan realitas dunia pendidikan dengan dunia kerja ini dapat dilihat dari kurangnya minat mahasiswa untuk berwirausaha setelah kuliah. Sehingga mereka hanya mengandalkan lapangan pekerjaan yang ada saja. Pengangguran pada tingkat Perguruan Tinggi ini juga dapat dilihat sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang muncul secara bersamaan dalam jumlah yang terus berubah.

Sehingga inti dari permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana kita sebagai mahasiswa mampu memberikan suatu penyelesaian dari masalah-masalah pengangguran terbuka yang terjadi di tingkat Perguruan Tinggi.

  1. B.      SOLUSI

i.            Deskripsi dan tahapan pelaksanaan solusi pengangguran di tingkat Perguruan Tinggi  adalah sebagai berikut :

  • Menanamkan dan menumbuhkan  jiwa berwirausaha pada setiap mahasiswa.
  • Memberikan motivasi kepada setiap mahasiswa bahwa lulusan Perguruan Tinggi tidak harus menjadi seorang pegawai negeri sipil.
  • Membekali mahasiswa dengan keterampilan dan keahlian dalam bidang tertentu, misalnya dengan cara mengikuti bisnis on line karena dengan menjalankan bisnis on line sangatlah mudah dan dapat di jalankan oleh semua orang sebab tidak di perlukan modal yang besar kemudian tidak usah memikirkan tempat usaha. Penghasilan dari usaha bisnis on line ini tidak kalah dengan penghasilan pekerjaan di dunia nyata dan masih banyak usaha yang dapat di rintis sesuai dengan kemampuan, keterampila, dan keahlian yang di miliki nya.
  • Mendorong mahasiswa untuk menciptakan lapangan usaha sendiri agar mahasiswa bisa mandiri, dengan cara ini di harapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka di pengguruan tinggi karena berwirausaha tidak menuntut pendidikan yang tinggi, biasanya yang di butuhkan hanya sedikit modal dan keuletan dalam menjalankan usahanya.
  • Memperoleh kepuasan dengan membuka usaha sendiri dengan membuka usaha sendiri dan di harapkan bisa berkembang sampai memiliki banyak cabang sehingga berdampak kepada penghasilan yang banyak, maka pelaku usaha akan memperoleh kepuasan dan kebaggan tersendiri.
  • Meningkatkan kerja sama antara pihak perguruan tinggi dengan para pengusaha yang sukses agar mempermudah mencari pekerjaan setelah lulus dari universitas tersebut
  • Mendorong majunya pendidikan, walaupun masih banyak sarjana yang menjadi pengangguran namun mahasiswa yang sudah lulus yang ingin bekerja dalam suatu perusahaan pendidikan adalah salah satu hal yang di persyaratkan.
  • Dari segi pemerintah,
    • Pertama : Menjaga stabilitas politik dan ekonomi.
    • Kedua : Meningkatkan kemampuan kerja untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik terutama terhadap mahasiswa-mahasiwa yang umumnya memiliki ide-ide yang kreatif dan inovasi sehingga mahasiswa mampu menyesuikan diri dengan tuntutan keadaan.
    • Ketiga : Memberikan bantuan dana pinjaman untuk membuka usaha sebagai modal awal untuk berwirausaha.
    • Keempat : Membekali keterampilan serta keahlian melalui pelatihan tenaga kerja seperti BLTK.

ii.            Estimasi dampak atau kontribusi terhadap penyelesaian masalah yang di ambil adalah sebagai berikut:

  • Dampak dari menanamkan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa adalah dapat menciptakan wirausaha muda sehingga pengangguran terbuka di tingkat perguruan tinggi jumlah dapat terkurangi.
  • Dengan cara memberika motivasi kepada para mahasiswa akan berdampak dapat meningkatkan jiwa kreatifitas mahasiswa.
  • Membekali mahasiswa dengan keterampilan dan keahlian dalam bidang tertentu akan berdampak kepada mahasiswa itu sendiri, dimana mahasiswa akan mampu menekuni bidang keterampilan dan keahlian nya yang di miliki.
  • Mendorong mahasiswa untuk membuka lapangan usaha sehingga mengurangi jumlah pengangguran terbuka di tingkat perguruan tinggi.
  • Dengan memperoleh kepuasaan akibat usahanya sendiri akan memicu seseorang untuk mencoba lagi dalam berwirausaha sehingga akan mencapai kepuasan yang maksimum.
  • Dengan cara meningkatkan kerja sama antara pihak universitas dengan para pengusaha sehingga lulusan perguruan tinggi  dapat lebih banyak memperoleh pekerjaan dan tingkat pengangguran berkurang.
  • Akibat adanya dorongan dalam pendidikan akan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi lain maka tidak kalah pula dalam bersaing di pasar tenaga kerja.
  • Dari segi pemerintah :
    • Pertama : Dengan keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus di pertahankan agar pelaku usaha merasa nyaman dalam menjalankan usahanya sehingga para investor yang telah menjalin hubungan kerja sama dengan para universitas ataupun para perusahaan lain untuk tetap menjalin hubungan kerja sama yang baik.
    •  Kedua : Meningkatkan kemampuan kerja akan berdampak pada kualitas yang bagus sehingga sumber daya manusia tersebut sangat di cari oleh para perusahaan yang maju.
    • Ketiga : Dengan memberikan bantuan dana pinjaman maka peluang berwiusaha lebih besar sehingga untuk menjadi pengusaha awal tidak di hambat oleh masalah modal.
    • Keempat : Dampak dari solusi untuk membekali keterampilan serta keahlian melalui pelatihan tenaga kerja adalah sumber manusia siap untuk menghadapi persaingan di dunia usaha bahkan banyak di serap oleh pasar tenaga kerja.
  1. C.      DAFTAR PUSTAKA

Ritonga,MT dkk. 2007. Ekonomi Untuk SMA kelas XI. Jakarta : PT Phibeta Aneka Gama.

Badan Pusat Statistik

http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=06&ntab=4 (2011/05/10)

http://mukhammadluthfinugroho.wordpress.com(2013/05/10)
http://www.bps.go.id/getfile.php?news=849 (2013/06/10)

Wikipedia Ensiklopedia Bebas

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran(2013/06/15)
Organisasi.org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia

http://organisasi.org/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklikal(2013/06/15)
AnneAhira.com
http://www.anneahira.com/jenis-jenis-pengangguran.htm(2013/06/15)
Vivanews.com
http://bisnis.vivanews.com/news/read/150011pilih_pilih_kerja__1_2_juta_sarjana_nganggur. (2013/06/17)

Membuat Produk Cincin Batok Kelapa

“ Membuat Produk Untuk Berwirausaha ”

Di susun oleh :

 

Nama    : Siti Romlah

Nim     : 110231100091

 

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMABANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TRUNOJOYO

TAHUN 2013

 

 

ü  PRoduknya  adalah Cincin.

Manfaat Produk :

  1. Cincin berguna untuk memperlengkap penampilan seseorang agar lebih keliatan cantik.
  2. Cincin ini juga bermanfaat sebagai suatu simbol ikatan 2 insan manusia yang sedang menjalin satu ikatan.
  3. Cincin ini juga berguna sebagai bahan pajangan di koleksi perhiasan anda yang mempunyai nilai seni.

Kelebihan Produk :

1)      Cincin ini mempunyai nilai seni yang unik hasil dari berbagai perpaduan warna indah dan alami dari bahan baku tempurung kelapa (batok) atai sikat gigi.

Kelemahan Produk :

I.     Cincin ini mudah patah dan terbelah karena terbuat dari bahan alami yang tingkat kerusakannya sangat rendah.

 

Bahan dan alat untuk membuat cincin :

Bahan baku yaitu tempurung kelapa (batok) atau sikat gigi.

Lem alteco.

Ampelas.

Benda tajam berupa silet kecil, pisau, dan golok.

Alat asah (gengsean)

Pensil.

Penggaris.

Kertas buram.

Bulpoin boxy.

Sikat (untuk membersihkan kotoran yang melekat di tempurung kelapa atau batok).

Cara Membuat :

  1. Sketsa gambar cincin dengan pensil yang di inginkan melalui kertas buram, apabila sudah mahir dalam pembuatan cincin tersebut tidak perlu melakukan sketsa (Langkah1).
  2. Temukan bahan baku yaitu batok atau tempurung kelapa dari membuat cincin tersebut, biasanya terdapat di tempat orang (agen) penjual kelapa yang ada di lingkungan sekitar.
  3. Cucilah terlebih dahulu bahan baku tersebut dan gunakan sikat untuk menghilangkan dari kotoran yang pekat dan sulit untuk di hilangkan dengan air.
  4. Pilih bahan yang sesuai dengan keinginan kemudian di potong 10 cm sampai dengan 15 cm menggunakan senjata tajam (golok,pisau dan semacamnya).
  5. Ratakan tempurung kelapa (batok) dengan cara di gosok ke lantai yang kasar dalam proses tersebut sebaiknya menggunakan air agar lebih cepat dalam pemerataan tersebut. Apabila ingin mendapatkan hasil yang lebih cepat dan halus dalam proses pemerataan sebaiknya bahan baku tersebut di gosokkan ke alat pengasah benda tajam yang biasanya di sebut gengsean (Bahasa Madura).
  6. Bahan baku tersebut dalam proses pemerataan akan mengalami kotor kemudian di cuci dan di keringkan secara alami menggunakan sinar matahari.
  7. Bahan baku tersebut di perlukan 3 sampai dengan 5 lapis atau tergantung dengan keinginan apabila menggunakan hanya 2 lapis akan mendapatkan hasil yang kurang bagus (memuaskan) karena tidak ada nilai seni atau tidak bervariasi warna nya misal warna cokelat tua dengan krem saja, kemudian tempelkan bahan baku tersebut yang terdiri dari beberapa lapisan dengan menggunakan lem (alteco).
  8. Bahan baku tersebut sudah terdiri dari beberapa lapisan tempurung kelapa (batok) kemudian harus melalui proses pengkerukan bagian tengah lapisan tersebut dengan menggunakan silet kecil.
  9. Kemudian di ampelas bagian dalam lapisan agar halus dan sesuikan dengan ukuran jari peminat cincin, kemudian bagian luar dari lapisan tersebut di gosokkan lagi ke lantai yang kasar (gengsean) untuk mendapatkan hasil lingkaran.
  10. Apabila ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal anda bisa menambahkan gambar atau tulisan di cincin dengan menggunakan bulpoin boxy kemudian di keringkan terlebih dahulu agar gambar atau tulisan tersebut tidak suram jika untuk melakukan proses akhir.
  11. Percantik tampilan luar cincin dengan memperkilap menggunakan lem alteco, sebaiknya menggunakan lidi agar mudah pemegangan terhadap cincin dalam proses pengkilapan. Hal terpenting dalam proses pengkilapan  tersebut anda tidak boleh melakukan peniupan terhadap  cincin agar warna cincin tidak suram.
  12. Cincin siap di pakai untuk mempercantik jari-jari seseorang dalam kehidupan sehari bahkan cincin bisa menjadi salah satu wirausaha yang kreatif bagi mahasiswa untuk menambah pendapatan individunya.
  13. Apabila ingin menggunakan warna yang lebih kreatif lagi bahan baku tersebut bisa di tambah menggunakan sikat gigi yang tidak di pakai seperti warna kuning, merah, hijau, biru bahkan warna bening.

Biografi Elang Gumilang

“ BIOGRAFI PENGUSAHA SUKSES DI INDONESIA”

Di Susun Oleh :

Siti Romlah

11231100091

Kelas C

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

 

 

 

 

BIOGRAFI PENGUSAHA SUKSES

Elang Gumilang

 

 

 

KEPAK ELANG DI LANGIT PROPERTI
Ia seorang pengusaha. Tapi Selasa dua pekan lalu, di dalam Toyota Rush berwarna silver yang tengah meluncur di Jalan Dramaga, Kabupaten Bogor, ia bukan cuma pengusaha.

Duduk di belakang sopir yang membawanya ke proyek Griya PGRI di Ciampea, 20 kilometer dari pusat Kota Hujan, ia tampak serius membaca. Ia mempersiapkan diri menghadapi sidang skripsi esok hari, tanpa meninggalkan kegiatan sebagai pengusaha. Ia, Elang Gumilang, 24 tahun, mahasiswa sekaligus Direktur Utama sebuah pengembang perumahan. Dan itu sebuah usaha dengan prestasi mengesankan: berhasil membangun lebih dari seribu rumah sederhana di empat proyek perumahan di Kabupatan Bogor. Bermodal awal Rp. 300an juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp. 17 miliar.

Elang, sulung dari 3 bersaudara, tidak pernah menyumpal bakat bisnis dan keuletan yang di turunkan oleh ayahnya, H Misbah – kini 58 tahun, yang punya usaha kontraktor kecil-kecilan. Saat belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bogor, Elang sudah berbisnis: menjual donat. Kegiatan ini baru berhenti, orangtuanya melarang.

Tapi elang, dengan bakat dan kecerdasanya, terus mencari uang, kali ini dengan mengikuti aneka lomba. Elang pernah muncul sebagai juara ke-3 Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti. Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor, tahun yang sama. Uang Rp. 10 juta terkumpul. Elang mendapat “tiket gratis” masuk Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB.

Di IPB jiwa bisnisnya berkembang lebih mekar. Pada tahun pertama, Elang menjual sepatu berbekal katalog, ia menawarkan sepatu dari satu asrama ke asrama mahasiswa di Kampus Biru itu. Ia juga pernah menjual lampu. Miyak goreng adalah dagangan selanjutnya “Saya sempat diajak, “Kata Roni Jayawinangun, sahabat Elang.

Memasuki tahun ke-3, Elang dan 12 kawannya membuka khursus Bahasa Inggris, English Avenue, di kampusnya dengan modal Rp. 21 juta. Elang menjadi direkturnya. Sambil mengisi waktu luang, dia menyambi menjadi tenaga pemasaran salah satu perusahaan property di Bogor. Tak ada Gaji, hanya mendapat komisi jika berhasil menjual rumah.

Berbekal pengalaman menjadi salesman pengembang, Elang nekat berbisnis sendiri. Pada 2005, pengemar traveling itu mencoba ikut tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta. Nasib baik. Proyek senilai Rp. 160 juta digenggamnya. Ia makin percaya diri mengeluti dunia propeerti,. Pada 2006, di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. Tanah nganggur  milik sebuah instansi di cinangneng Kabupaten Bogor, di liriknya. Sayang, modalnya cekak. Bank juga enggan mendanainya. Tak menyerah, Elang mengajak 5 kawannya dan terkumpul duit Rp 340 Juta.

Lantas dia membujuk Bank Tabungan Negara (BTN) bekerjasama menyediakan kredit kepemilikan rumah sederhana bersubsidi (KPRS) bagi masyarakat berpenghasilan dibawah Rp 2,5 Juta. Deal, BTN setuju. Pada 2007 Elang Group menjual rumah. Harganya mulai Rp 25 Juta (Tipe 21/60 berbungan 4,5% per tahun dan maksimal Rp 45 Juta (Tipe 36/72 ) Berbunga 7,5% per tahun. Cicilannya Rp 25-90 ribu per bulan.

Proyek perdana  Elang Group di perumahan Griya Salak Endah itu berhasil. Sebanyak 450 unit rumah terjual. Pembelinya buruh, pedangan, tukang tambal ban, dan guru. Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya, ujar Elang.

PENGHARGAAN

ü  Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007

ü  Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008

ü  Man of the Year 2008 dari Radar Bogor

ü  Pemuda Pilihan 2008 dari TV One

ü  Indonesia Top Young Entrepreuner 2008 dari Warta Ekonomi

Pada 2008, Elang membangun lagi Perumahan Bukit Warna Sari Endah, Cilebut, Bogor. Ekspansi Perumahan Griya Salak Endah II juga sukses. Pada 2009, Elang mengambil alih proyek Griya PGRI di Ciampea yang tidak bisa diselesaikan oleh pengembang lain.

Seseorang bankir di BTN cabang Bogor yang minta namanya tak disebutkan mengatakan salut kepada Elang. Kendati bukan anak pejabat atau pengusaha besar, jaringan Elang luas. “Biasanya butuh tiga bulan menyelesaikan izin,” ujarnya, “tapi Elang Cuma butuh sebulan.” Kelebihan lain, Elang tak mengambil kredit konstruksi dari bank.

Menurut Elang setelah dirinya menyelesaikan pembebasan lahan, perizinan, site plan, cut and fill, hingga meneken perjanjian dengan bank, giliran kawan dan mitranya berperan. Mereka bahu-membahu menyediakan pembangunan rumah, strategi ini efektif. Empat proyek sudah memberikan keuntungan bagi para pemodalnya. Dukungan kawan-kawannya pun terus berlanjut hingga kini.

Permasalahan Elang justru di kuliahnya. Tak seperti di sekolah, Sertifikasi Property dan Asian Coach skripsi di IPB terkatung-katung hingga tahun ke enam. “ Sudah lebih dari 25 ganti draft skripsi,” ujarnya. Menurut Ketua Departemen Fakultas Manajemen IPB Jono M. Munandar, secara akademik Elang tidak ada masalah. Indeks prestasi kumulatifnya mencapai 3 dari skala 4. Tapi kuliahnya kedododran. “Kami mendorongnya cepat menyelesaikan kuliah agar menjadi contoh bagi mahasiswa. “

Rabu siang dua pekan lalu, Elang keluar dari ruang sekretaris Departemen Manajemen, di lantai 3, Kampus IPB Darmaga. Bercelana hitam dan berjas gelap ke abu-abuan yang dipadu dasi merah, dia tersenyum cerah. Elang baru saja menyelesaikan ujian siding skripsi. “ Insyallah bisa lulus dan ikut wisuda tahun depan.” Pria yang  baru saja menikah dua bulan ini bisa berfokus mengurus bisnis propertinya. Situs http://www.elanggumilang.com dibuatnya untuk menjaring mitra baru. Dengan penyempurnaan struktur organisasi, Elang sedang menatap 3 proyek baru di Citayam Residence; Kampung Soenda Cigudeg; dan Mekarsari Elok Residence, Cileungsi.

Tidak salah apabila sukses saat kuliah menjadi dambaan semua mahasiswa di negeri kita, gimana tidak tertarik. Disaat mahasiswa setelah lulus bingung cari kerja, mahasiswa yang sudah sukses pada saat kuliah sudah tidak akan bingung lagi untuk cari kerja kesana kemari, fenomena ini terjadi pada sosok Elang Gumilang, sosok pemuda yang layak untuk dikagumi, karena pada usianya yang masih muda, 25 tahun, Elang Gumulang telah meraih banyak kesuksesan di negeri ini, Omzet yang dihasilkan dari bisnis propertinya mencapai miliaran rupiah, maka pantaslah jika pada tahun 2007 lalu, Elang Gumilang dinobatkan sebagai wirausahaan muda Nomor 1 Indonesia.

Elang gumilang lahir di Bogor, 25 tahun lalu, sejak kecil dia selalu diajarkan oleh orang tuanya tentang perjuangan hidup, Elang Gumilang mengaku bahwa kesuksesannya sekarang ini tidak lepas dari peran orang tuanya itu, orang tuanya mengajarkan sesuatu tidak dapat diraih secara gratis. Orang tunya mengajarkan bahwa rizki tidak berasal dari manusia, tetapi hanya dari Alloh SWT. Pelajaran ini yang akhirnya tertanam kuat dalam diri elang Gumilang, Sehingga ELang Menjelma sebagai sosok anak muda yang selalu berjuang dalam hidup, pantang menyerah, dan bertawakal kepada Alloh.

Elang Gumilang mengaku bahwa kesuksesan sekarang tidak datang secara tiba tiba, banyak proses yang di hadapi oleh sosok Elang Gumilang, Mulai Jualan Donat disekolah sekolah, Jualan sepatu, serta membuat lembaga kursus bahasa Inggris, dan sekarang menjadi pengusaha property yang sukses.

Dalam perjalanan Elang Gumilang dalam mengembangkan bisnis propertynya, Elang Gumilang berpesan berpesan “Ketika kita bekerja atau melakukan segala sesuatu, kita bisa dengan mudah terjebak ke dalam situasi yang membuat aktivitas itu hanyalah rutinitas. Karena itulah, kita harus selalu memasukkan rasa hormat kita, rasa sykur kita, pengabdian, dan rasa cinta kita terhadap tuhan yang telah member kita kesempatan melakukan pekerjaan ini, dank arena pekerjaan tersebut kita lakukan untuk menunjukkan perasaan itu kepada tuhan bahwa pekerjaan ini pada hakikatnya adalah sebuah bentuk ibadah kita kepada-Nya, maka kita pasti akan melakukannya dengan segenap kemampuan kita.

Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat
lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari
itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita
melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan
kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang
Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil
duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini,
langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB.

Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi itu adalah perumahan yang didirikannya yang diperuntukan khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas mengitari perumahan, Elang mengajak Realita untuk melanjutkan obrolan di kantornya.

Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh
(55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada,
yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu
rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala
sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa
rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT..

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah
mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat
lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak
kesayangan guru-gurunya.

Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor,
Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini
mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan.
“Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu
yang bisa dicapai secara instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri
mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam
hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai
kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia
pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta
untuk modal kuliahnya kelak.

Berjualan Donat. Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai
berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia
mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk
kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari
hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu.
Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini
tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir
Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka
khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir,” jelas pria
pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.

Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan
cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas
Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa,
Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang
juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap
perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.

Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB
(Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB
(Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang
akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa
tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan
uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa
musibah yang dialaminya tersebut.

Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya
bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp
1 juta itu ia belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat
usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi
setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa
mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per satu
pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu, Elang
memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.

Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis
apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia
akan gunakan untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis
ayam potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di
kampusnya. “Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak
lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang
menggiurkan,” paparnya.

Karena tidak punya modal banyak, Elang menggunakan
strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis
sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Ario
Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di
Amerika.

Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis
selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak
memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari,
pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu
selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu
menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar
dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban
dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel
kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha
Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di
kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka,
jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.

Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan
lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah
proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15
juta,” ucapnya bangga.

Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang
mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di
bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke
warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan
puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke
warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim
minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang
kembali mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan harinya.

Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga
mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya
sering ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.

Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari
pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk
minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa
berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis
yang tidak menggunakan otot.

Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga
Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif
apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau
kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia
patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu
sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk
mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara
profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas
Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.

Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan
hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai
marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya
hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.

Bangun Rumah Orang Miskin. Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak
suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu
Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik
keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia
mulai merenungi kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB
hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi
yang saya cari di dunia ini?” batinnya.

Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan
jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat
itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan
oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat
istikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam tidur
saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di
Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat
bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang membuat?”
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. “Saya pun
kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti,” ujarnya.

Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan
di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai
tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu
membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani
sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih
besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.

Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya
atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal
di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi
rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh
dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di
kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya
kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai
sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.

Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang,
kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga
kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan
terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan
sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong
untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka
ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan
Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak
punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk
patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai
membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin
berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu.
Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah
bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe
36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut
ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya
dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun,
mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.

Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya
mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap
awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi
fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam,
angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat
dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah,
kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha
(TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.

Sisihkan 10 Persen. Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak
lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan
diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam
setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. “Uang
yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan)
pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang
yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada
hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen
dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan
bahkan tahunan kepada fakir miskin.

Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah
kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika
dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.

Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses
dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan
dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua
anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia
dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal.
Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia
itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. “Kita
hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi
catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan
sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,” ucapnya berfilosof. Ketika
seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal
orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain
sebagainya.

Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan
gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa
padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari
peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika
malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid.
“Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang
berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai
mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat
Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya merendah.

Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran
yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga
tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. “Dalam
halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah.
Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung
kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat
mati,” ujarnya.

Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib”
Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di
ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama
ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi
dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa “ghaib”?,
sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi
padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.

Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya.
Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah
langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan
mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah
mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya,
karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan
cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya.
Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.

Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian
tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu
pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia
tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa
wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang
anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang
merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di
hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal
di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskan
Elanglah yang menjadi juaranya. Padahal kalau diukur secara omset,
pendapatannya berbeda jauh dengan para pengusaha lainnya.

Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta,
ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu,
terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih
luas.

Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang

Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan
mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami
hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa
biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal,
prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan
rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi
perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan
daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.

Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah
semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman,
masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman.
Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.

Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi
Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan
100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah
ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan
meraih kemuliaan dunia serta akhirat.

DAFTAR PUSTAKA

http://duakutub.com/cerita-sukses-elang-gumilang-pengusaha-property-muda/

 

http://mansaba.sch.id/web_saba/kisah-sukses/250-kisah-elang-gumilang.html

 

http://wirausaha.ipb.ac.id/profil-usaha-13-elang-gumilang.html

 

3 idiots Movie

Image
Film ini menceritakan tentang tiga orang sahabat yaitu Farhan Qureshi (R. Madhavan), Rastogi Raju (Sharman Joshi), dan Rancchoddas “Rancho” Shyamaldas Chanchad (Aamir Khan ), yang sama-sama kuliah di Imperial College of Engineering (ICE) dimana ICE adalah perguruan terbaik di India { kalo di Indonesia sih kaya ITB gitu }. Farhan berasal dari keluarga yang sederhana dan Raju adalah anak dari seorang mantan tukang pos yang lumpuh dan mempunyai kakak yang gagal menikah karena tidak bisa memberikan 800 ribu rupe untuk mas kawinnya sehingga penghasilan keluarga raju didapat dari pensiunan ibunya sebagai guru, sementara Rancho berasal  dari keluarga kaya.  Sebenarnya Farhan bercita-cita sebagai seorang fotografer satwa liar, namun keinginan itu harus kandas karena memenuhi keinginan ayahnya untuk menjadi insinyur. Raju sebenarnya anak brilian karena itu keluarganya sangat mengandalkan raju agar dapat mengangkat derajat keluarganya sehingga raju terbebani dan merasakan rasa takut yang luar biasa . Sementara Rancho adalah orang  kaya yang sangat menggilai dunia mesin. 
Rancchoddas Shyamaldas Chanchad selain namanya yang unik, pola pikirnya pun unik. Bagi kebanyakan orang, hidup adalah perlombaan jika kita tidak cekatan maka orang lain akan merebut peluang tetapi berbeda dengan rancho , dia selalu menantang dunia dalam setiap langkahnya, dia satu- satunya burung yang merdeka dalam penjara sang virus, dia satu- satunya yang bukan robot sedangkan kami semua hanyalah robot yang dikendalikan oleh professor. Pandangannya begitu maju dan menentang pandangan kuno tentang membuat mesin. bahwa semuanya tidak hanya berdasarkan “teks book”, seperti yang dia ajarkan di perguruan tinggi saat ini. Dan juga ia menentang salah satu pengajarnya Profesor Viru atau biasa di panggil “Virus”(Boman Irani), oleh mahasiswa yang lain. Hal ini di awali setelah ada salah seorang mahasiswa bernama Joy Lobo, gantung diri di kamar asramanya. Kemudian Rancho menentang Virus dan memberikan sebuah data banyaknya mahasiswa yang bunuh diri, di sebabkan oleh salahnya sistem pengajaran, yang hanya menitik beratkan dari nilai ujian bukan atas dasar kreatifitas diri mahasiswa yang terkait.
Maka mulailah perseteruan antara Rancho dan Virus. Virus memberi label kapada Rancho dan ke dua kawan baiknya itu sebagai “idiot”. Ia juga mempengaruhi Farhan dan Raju untuk menjauhi Rancho. Sebaliknya siswa kesayangan Virus adalah Chatur Ramalingam atau “Peredam”, (Omi Vaidya). yang melihat peringkat tertinggi berdasarkan nilai, sangat bergengsi dan merupakan tiket untuk nilai status yang lebih tinggi, ia memandang kekuasaan korporasi adalah kekayaan.
Chatur sesuai dengan harapan sistem. Rancho pun “mengerjai” Chatur, suatu saat Chatur mendapat kehormatan untuk berpidato di sebuah upacara penghargaan yang di hadiri oleh para petinggi perguruan tinggi tersebut termasuk virus. Rancho dan Farhan ( karena ancaman virus mengenai persahabatn mereka, raju pun pindah kamar sehingga satu kamar dengan chatur, chatur selalu memakan seperti petai untuk meningkatkan konsentrasinya sehingga dia selalu kentut dan menyalahkan raju, ini alasan lain rancho dan farhan mengerjai chatur )  mengganti isi pidato tersebut dengan kata-kata kotor, yang sebelumnya telah di tulis oleh pustakawan. Nah, seperti yang harapkan ke tiganya, chatur tanpa berfikir dan curiga sepertinya ada yang tidak beres, dan terlebih kurangnya pengetahuan tentang bahasa. Pidato tersebut kontan menjadi bahan tertawaan penonton dan membuat “berang” Virus.
Rancho jatuh cinta kepada mahasiswi Jurusan Medis, Pia (Kareena Kapoor) putri dari si “diktator” Virus. Mereka bertemu di jamuaan pernikahan kakaknya Pia, mereka bertiga datang tidak di undang hanya ingin mendapatkan makanan gratis. Pia, agak aneh dengan ke tiga orang itu dan manayakan kepada ayahnya Virus, siapa mereka. Setelah mendapati ketiganya adalah tamu terselubung, Virus bertindak yang sangat menyebalkan kepada ke tiga sahabat karib tersebut.
Ketegangan terjadi, saat mereka sedang mabuk berat. Ke tiganya masuk ke rumah Virus seperti maling. Rancho masuk ke kamar Pia untuk mengutarakan isi hatinya, setelah sebelumnya di panas-panasi oleh Farhan dan Raju. Namun Rancho salah yang di genggamnya adalah tangan kakak Pia yang sedang hamil. Yang sangat senang mendapati anak dalam kandungannya menandang, karena kata-kata yang di ucapkan Rancho. Sementara keadaan makin genting karena Virus mendapati ada yang tidak beres di rumahnya. Akhirnya mereka kabur karena takut ketahuan, sementara Raju menyampatkan untuk buang air kecil di pekarangan Virus, dan Viruspun melihat siapa yang menyusup ke rumahnya.

Ke esokannya, Virus memanggil Raju ke kantor. Mengancam akan mengeluarkan Raju dari kampus. Raju memohon agar jangan di keluarkan, permohonannya di manfaatkan oleh Virus. Ia bisa tetap kuliah namuan Rancho yanga akan di keluarkan. Di antara dua pilihan yang cukup sulit. Memilih dirinya sendiri atau menghkianati kawan baiknya itu? Raju bingung sehingga ia lompat keluar dari jendela, kantor virus di lantai 3 itu. Membuatnya harus di rawat secara intensif. Pia menyarankan agar Raju di bangkitkan dengan motivasi yang bisa membuatnya bisa sembuh dari koma. Berbagai cara pun ditempuh oleh Rancho dan Farhan agar sahabatnya Raju dapat sembuh.

Setelah sembuh, Raju dan Farhan dipanggil untuk wawancara kerja di kampus tetapi menurut Raju, dialah yang akan wawancara sedangkan Farhan harus pulang dan meyakinkan ke ayahnya  bahwa dia akan menjadi fotografer satwa liar dengan menjadi asisten fotografer ternama di Brazil.
Setelah kejadian itu, membuat Farhan dan Raju mengadopsi pandangan Rancho. Yaitu mengikuti apa yang di suarakan oleh hati. Farhan memutuskan untuk mengejar kecintaannya kepada fotografi. Menceritakan segalanya kepada ayahnya, apa yang ia impikan. Namun ayahnya menolak, kerena ia berpikiran dengan menjadi fotografer ia tidak bisa membeli rumah mewah dan melengkapi segala kebutuhannya. Namun Farhan bersi keras dan memberikan pengertian kepada ayahnya, yang terpenting kebahagianan dirinya. Ayahnya tetap menolak dan mengatakan, jika tidak maka kau akan bunuh diri seperti temannya itu Raju. Sambil menagis farhan menjawab, tidak, ia tidak akan bunuh diri seperti Raju. Kemudian ia bersimpah di depan ayahnya membuka dompetnya. Ada Foto ayah dan ibunya. Farhan berkata, Rancho yang ayah katakana sebagai setan memaksa ku untuk meletakan foto ayah dan ibu di dompetya,   jika ia bunuh diri apa yang terjadi pada senyum orang tua mu yang ada di foto ini. ayahnya pun tersadar dan merestui cita-cita anaknya tersebut, sambil memeluknya.
Dan Raju menghadiri wawancara untuk sebuah pekerjaan di perusahaan. Ia hadir dengan tubuh penuh plestar dan kursi roda. Raju dalan wawancara tersebut menjawab pertanyaan yang di ajukan dengan jawaban yang non-formal, jujur dan apa adanya. Walaupun sebenarnya tidak cocok ia bekerja di situ, jawaban tersebut sangat tidak di harapkan oleh perusahan, karena mereka butuh orang yang pandai berbohong (berdiplomasi) dan merangkai kebongongan tersebut dengan cara indah. Namun karena ke apa adanya itu justru ia di terima bekerja, kerena ia jujur.
Namun, Virus tidak simpatik akan hal itu, ia akan “mengakalinya”, dengan membuat soal ujian yang telah di atur sendiri agar Raju tidak dapat lulus ujian. Pia mendengar ide gila ayahnya dan menentangnya. Timbullah petentangan antara ke duanya. Virus mencela Pia dengan cara yang sama pada Racho, atas bunuh diri yang di lakukan Lobo. Dan Pia pun marah dan mengatakan sebuah kebenaran kepada Virus, bahwa kakaknya tidak tewas dalam kecelakan akan tetapi ia bunuh diri di depan kereta dan meninggalkan surat kepada Virus, yang selama ini di sembunyikan Pia. Isi surat tersebut adalah sebuah pernyataan Virus telah memaksanya mengejar karir di bidang tehnik. Padahal ia inigin sekai mengejar impiannya di bidang sastra
Pia keluar dari rumah, mengambil kunci cadangan. Pia membocorkan hal ini pada Rancho. Rancho bertindak bersama Farhan. Menyusup masuk ke kantor Virus dan mencuri salinan soal ujian tersebut. Namun mereka lupa mematikan mesian fotokopi dan Virus mengetahuinya. Setelah itu berkas soal tersebut di serahkan kepada Raju, tapi Raju tidak menerimanya karena dia berkeyakinan rezeki yang baik tidak dengan cara yang curang. Dan selanjutnya dapat di tebak, benar Virus bertindak. Memergoki mereka dan mengusir ketiga idiot ini. Hal ini bertepatan dengan hamil tua anak Virus Mona (Mona Singh) dan sebentar lagi akan melahirkan. Saat itu hujan turun sengat deras dan menyebabkan banjir, sehingga tidak dapat mengantar Mona ke Rumah sakit. Sementara Pia sedang tidak di rumah, karena sedang beramasalah dengan ayahnya. Rachopun memerintahkan menghubungi Pia melalui VOIP, untuk membantu proses persalinan darurat.
Kepanikan terjadi, listrik tiba-tiba padam. Rancho memutar otaknya dengan menyalakan listrik dengan menggunakan power baterai dari mobil Virus. Pia panik menyuruh Rancho menyiapkan sebuah penyedot untuk menarik bayi, dan mengirimkan bagaimana caranya melalui VOIP. Saat genting tersebut mereka semua tidak bisa menemukan alat seperti itu. Rancho pun mengakalinya dengan membuat alat itu dari Vaccuum penyedot debu yang ia modifikasi. Bayipun lahir, akan tetapi tidak bergerak sama sekali dan tidak menangis pula. Semuanya diam menjadi lengang. Kemudian Rancho mengendong bayi dan mengucapkan sebuah kata yang ia ucapkan pada saat ia merayu Pia di kamarnya. Bayi akhirnya menandang muka Rancho beberapa kali dan mulai menangis, kontan mereka semua bergembira dan terharu.

Dari kejadian ini, virus menyadari siapa dirinya selama ini “seorang diktator”, dan mengatakan pada bayi “ia boleh jadi apa saja yang ia mau!,” termasuk jadi pemain bola. Rancho harus bergegas pergi karena ia sudah di usir, virus melihat rancho akan pergi, iapun menghampirinya dan memberikan sebuah pena, pemberian sebuah pena merupakan simbol seseorang Profesor kepada muridnya yang berprestasi dan cemerlang. Dan Viru mengakuinya bahwa murid itu adalah Rancho.
Setelah, acara wisuda dan kelulusan. Rancho kehilangan kontak dengan Raju dan Farhan. Selama dekade itu pula Chatur masih menyimpan dendam kepada Rancho, setelah kejadian pidato itu ia di permalukan oleh 3 idiot, saat pidato penghargaannya di depan umum. Chatur bergabung bersama Farhan dan Raju, memulai perjalanan untuk menemukan Rancho. Chatur telah menjadi pengusaha kaya dan sukses dengan tujuan akan memamerken keberhasilannya tersebut kepada Rancho.
Chatur juga ingin menunjukan kadar gengsinya yang begitu tinggi. Akan kerja sama dengan calon rekan bisnis yang memiliki banyak sekali paten bernama Phunsukh Wangdu, merupakan orang yang sangat Chatur kagumi.
Akhirnya mereka menemukan rumah Rancho, bertepatan dengan hari meninggal ayahnya. Namun kaget bukan kepalang Raju dan Farhan menemukan Ranchodas Shyamaldas Chanchad (Rancho) adalah orang lain, bukan Rancho yang selama ini mereka kenal. Kemudian mereka mengancam pemilik rumah tersebut untuk membuang abu sisa pembakaran jasad ayahnya tersebut ke dalam kloset WC. Yang ternyata adalah wadah kosong, tanpa abu jasad. Salah mengambil wadah tempat abu yang asli. Namun sang pemilik rumah tersebut, hal itu dan akan memenuhi permintaan untuk mencaritakan mengenai Rancho yang asli.
Rancho, sebenarnya bukan keluarga sebenarnya. Suatu saat karena senang belajar, Chotte ( Rancho yang selama ini dikenal ) dipergoki oleh gurunya sedang menggantikan Rancho (asli) untuk belajar di kelas. Keluarga Rancho Jaaved Jaffrey, mengetahui hal ini kemudian Rancho membuat perjanjian untuk belajar, dengan mengunakan nama anaknya, yang kemudian ijazahnya menjadi milik anaknya tersebut. Bukan milik Rancho. Rancho tidak peduli ia hanya ingin belajar, itulah sebabnya kenapa pada photo mahasiswa-mahasiswa di Imperial College of Engineering bukan photo Rancho melainkan foto orang lain yaitu orang yang sekarang menceritakan tentang Rancho teman Raju da Farhan. Rancho pun sekarang memulai hidup baru dengan menjadi guru di Ladakh.
Keadaan semakin membingungkan, buat Raju dan Farhan. Setelah mengatahui cerita tersebut. Mereka meculik Pia yang saat itu hendak menikah dengan orang lain. Pia pun ikut serta dalam pencarian Rancho, yang menghilang tanpa jejak padahal ia sangat mencintai Rancho. Sesampainya di Ladakh, mereka mendapati sekelompok anak Ladakh sangat antusias dan motivasi terhadap ilmu pengetahuan, sementara Chatur hanya mencela bahwa Rancho hanya menjadi seorang guru, bukan pebisnis terkenal. Sampai-sampai hal ini membuat Raju dan Farhan marah, kemudian memplester mulut Chatur dan meletakkannya di belakang Jok mobil.
Sementara, Pia berharap Rancho palsu akan kembali bisa menyalakan api cinta mereka yang selama ini terpendam. Setalah bertanya di mana Rancho palsu, akhirnya mereka menemukannya sedang bermain dengan anak-anak. Rancho sangat terkejut melihat Pia dangang  mengunakan Skuter, alih-alih panas ia membuka helmnya berjalan mendekati Rancho. Seperti yang Rancho bayangkan dalam benaknya, bahwa wanita ini adalah jodohnya. Dan kemudian akan menciumnya. Sesampainya di dekat Rancho palsu, bukan ciuman yang ia dapat dari Pia, namun tamparan dan memaki Rancho palsu dan kemana saja kau selama ini.
Setelah Pia mengetahui cerita dari Rancho palsu mengenai, perjanjiannya dengan keluarga tersebut, jika sudah selesai semua kegiatan belajarnya maka ia harus menghilangkan jejak, termasuk tidak boleh bertemu lagi dengan sahabat-sahabat yang berhubungan dengan dia di masa kuliah. Pia pun mengerti, kemudian menanyai Rancho palsu mengenai perasaannya?. Adakah wanita lain saat ini yang di cintainya?, Rancho menjawab ada!. Dengan raut muka yang sangat kecewa pia, bertanya kembali apakah wanita tersebut?, Rancho palsu hanya tersenyum, dan mengatakan bahwa wanita tersebut adalah Pia. Pia mendadak sangat gembira sekali. Ia memeluk Rancho palsu dan menciumnya.

Tidak lama, Farhan dan Raju datang, memukuli Rancho palsu. Sampai akhirnya mereka berpelukan karena rindu. Raju dan Farhan kemudian bertanya tentang kebingungan mereka jadi siapa namamu sebenarnya?, Rancho menjawab!, Phunsukh Wangdu. Raju dan Farhan terkejut dan berkata Wangdu pemilik paten itu, yang sekarang tengah di kejar-kejar pengusaha dari jepang untuk bekerja sama, sementara pia sibuk dengan nama belakangnya yang akan berubah menjadi pia wangdu setelah menikah nanti.

Chatur datang terakhir, meledek Rancho yang sekarang tidak menjadi apa-apa dan sesukses dirinya. Bahkan ia menuduh Rancho mencuri Pulpen milik Viru, kemudian pergi seolah-olah ia adalah pemenangnya. Raju dan Farhan berusaha mengingatkan chatur bahwa Phunsukh Wangdu yang ia cari selama ini adalah Rancho tetapi karena terlalu senangnya sehingga chatur tidak mendengarkan teriakan Raju dan Farhan, oleh karena itu Rancho ( sekarang sudah berubah nama menjadi Phunsukh Wangdu ) yng menghentikan sendiri langkah chatur dengan menelepon chatur. Didapati di call alert di handphone  chatur adalah Phunsukh Wangdu, yang menelepon. Phunsukh Wangdu mengatakan “ sepertinya saya harus membatalkan kesepakatan kita”  Chatur pun berbicara sangat sopan, malah cenderung mengemis, menanyakan alasan pembatalan kesepakatan. Kemudian Rancho Palsu alias Wangdu, mengatakan kepada Chatur : “Bagaimana saya bisa menandatangani kesepakatan kita, jika pulpen saya anda ambil”. chatur terkejut dan berbalik arah memohon maaf atas kekeliruannya. sekarang Chatur mengakui kekalahannya.  Sementara hanya di balas tawa oleh Wangdu, Pia, Farhan dan Raju.
 
Ingin tahu, lebih detail…???
Download filmnya disini guys,